Oleh Theduardo Prasetyo

Guitanesia kali ini berbicara dengan Laura yang saat ini sedang berada di Amerika Serikat dan berkerja sebagai terapis musik. Sebagai musisi dan gitaris, Laura tetap aktif bermusik di luar pekerjaannya sebagai terapis. Berikut obrolan kami bersama Laura Sekarputri.

Bagaimana cerita Laura menemukan jurusan Terapi Musik?

Ketika berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Berklee College of Music, saya awalnya tertarik untuk menjadi composer. Namun, setelah saya mengalami depresi di semester awal yang membuat saya harus pulang ke Indonesia (dan mengambil cuti ‘gap year’), saya merasakan sendiri bahwa musik memiliki manfaat besar dalam pemulihan saya. Selain itu, saya telah mendalami piano dan gitar, keduanya yang merupakan instrumen-instrumen yang banyak digunakan oleh terapis musik. Dari sanalah saya merasakan panggilan untuk menjadi seorang terapis musik. Setelah pulih dan kembali ke Boston, saya memutuskan untuk mengambil jurusan terapi musik.

Bagaimana pengalaman Laura selama kuliah jurusan Terapi Musik?

Selama kuliah jurusan terapi musik, saya sering terkagum melihat secara langsung bagaimana terapi musik bisa diterapkan untuk banyak kalangan ‘from womb to tomb’; baik untuk bayi prematur, anak-anak berkebutuhan khusus, remaja, penderita gangguan mental, hingga para lansia yang mengalami demensia dan Alzheimer (dan masih banyak lagi). Saya juga menikmati proses mempelajari berbagai jenis musik (jazz, country, folk, dll) serta instrumen-instrumen lain (seperti drum & perkusi) karena jenis musik yang dipakai  di sesi terapi musik beragam dan tergantung pada preferensi musik dari masing-masing pasien. Seru banget deh pokoknya!

Apa pengalaman paling menarik selama bekerja di bidang ini?

Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah sesi terapi musik individual dengan pasien rawat inap di rumah sakit ketika sedang magang. Setelah mendapat rujukan dari perawat dan dokter, saya mengunjungi kamar pasien dan mengamati bahwa dia tampak sangat sedih dan frustrasi dengan kondisinya yang menurun.. Ketika ditanya siapa penyanyi favoritnya, dia berkata pelan, “James Taylor”. Saya membuka buku musik saya, duduk di samping tempat tidurnya dan mulai memainkan gitar ‘lick’ intro dari lagu  “You’ve Got a Friend” (salah satu hits klasik James Taylor & Carole King). Saya sengaja memilih lagu itu karena temanya yang positif dan memberi semangat di dalam masa-masa sulit. Awalnya, saya hanya bernyanyi sendiri sambil bermain gitar (iringan), namun perlahan-lahan dia mulai bernyanyi bersama saya dengan ekspresif. Di bagian tengah lagu, saya memutuskan untuk hanya memainkan iringan instrumental saja dan membiarkan pasien mengganti lirik dengan nama orang-orang terdekat yang ia kenal yang kebetulan sedang ada di ruangan itu –“You’ve got {insert his/her name here)

Kita berbagi tawa dan saya terkejut melihat intervensi personal ini berhasil membantunya untuk berpikir positif lewat musik. Sampai hari ini, saya masih ingat ketika saya menutup lagu dengan chorus asli “Tidak peduli musim dingin, musim semi, musim panas atau musim gugur… kamu tinggal telpon saya saja…dan saya akan berada di sana… ‘coz you’ve got a friend (in me)… ”.

Apakah Laura masih aktif tampil dan bermusik? Apa proyek yang sedang dilakukan saat ini?

Saya masih aktif tampil di festival-festival internasional, seperti International Folk Festival serta menjadi bassist dan gitaris di dua gereja di Boston. Ada beberapa proyek yang sedang dilakukan saat ini, antara lain kolaborasi dengan Jon Samson, Grammy-winning singer-songwriter yang juga merupakan terapis musik untuk anak-anak, rilis lagu pop original (ciptaan saya yang sempat mencapai semi-finalis Lomba Cipta Lagu Indonesia 2020), dan juga proses rekaman remix Yamko Rambe Yamko.

Apakah situasi pandemi Covid-19 mempengaruhi pekerjaan di bidang Terapi Musik?

Iya, sayangnya karena masa pandemi ini, banyak pekerjaan yang harus ditunda karena pasien saya kebanyakan adalah lansia dan merupakan kategori kelompok rentan tertular virus. Namun para terapis musik sekarang sedang banyak mencoba beralih ke ‘tele-health’ session via online. 

Apa musik yang paling suka ditampilkan dan apa musik yang Laura dengar sehari-hari?

Musik yang paling suka saya tampilkan adalah gospel, pop, dan world music (seperti Gamelan). Kalau untuk sehari-hari, saya suka mendengarkan lagu pop, neo-soul/funk dan instrumental (classical & jazz).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s