Blog Edukasi

Focal Dytonia IV : Metode Latihan Sehat

Oleh Calvina Vircelli 

artikel ini adalah bagian terakhir dari seri Focal Dytonia dan sambungan artikel sebelumnya. Unuk membaca artikel sebelumnya klik link berikut ini :

Bagian 1

Bagian 2

Bagian 3

Aspek yang keempat adalah pemaham cara berlatih yang sehat. Sewaktu saya kuliah di Eropa, seringkali saya melihat musisi bisa berlatih 6-8 jam, termasuk saya sendiri. Keefektifan waktu latihan ini saya bahas di artikel saya 10.000 Jam Latihan untuk menjadi ahli. Kalian bisa baca di situ, demi keefisienan artikel ini. Berikut adalah metode yang bisa kalian coba saat berlatih:

  • Ahli psikologi Shea dan Morgan, memaparkan metode mereka yang sering digunakan oleh atlet. Metode tersebut dikenal dengan block order dan random order practice. Block order practice adalah metode di mana seseorang berlatih dari parameter yang sama. Contoh memasukan bola basket ke keranjang dari satu posisi. Sebaliknya, random order adalah metode latihan dari parameter yang berbeda. Contoh, menembakan bola basket ke keranjang dari jarak ynag berbeda. Hasil dari studi mereka menunjukan, bahwa peserta dengan block order practice menunjukan perkembangan hasil yang signifikan. Akan tetapi random order grup mempunya poin resistance dan transfer yang tinggi, yakni hasil di saat mereka perform di luar waktu latihan. Ada argument yang menyebutkan, bahwa latihan seharusnya menjadi proses penyelesaian masalah. Contohnya, di saat atlet basket bertanding, ia tentunya tidak selalu menembakan bola dari tempat yang sama. Proses latihan yang maksimal menurut Lee, Swanson dan Hall, adalah gabungan dari proses observasi, membuat plan, dan perealisasian. Gitaris bisa mempraktekan metode random order dengan cara misalnya berlatih pola arpeggio yang berbeda – beda. Dengan begitu, otak kita berusaha mempelajari pola gerkan yang berbeda- beda dan mempelajari cara berpindah dari situasi yang satu ke lainnya.
  • Jangan melakukan pengulangan yang tidak teranalisa. Sebagai musisi, kita seringkali berlatih dengan sistem pengulangan, yang kadang jumlahnya bisa ekstrem. Di dalam bukunya, Mantel menyebutkan, bahwa kita seringkali berlatih dengan prinsip berharap. Jika seorang musisi mengulangi kesalahan berkali – kali, maka yang akan tersimpan di memori akan kesalahan tersebut. Hal yang semestinya dilakukan adalah, menganalisa terlebih dahulu masalahnya, mencari solusi, dan melatih solusi tersebut. Dengan begitu sang musisi akan mendapatkan kepercayaan diri juga saat bermain, tidak hanya mengharapkan peluang bermain tanpa salah.
  • Pernapasan sebagai pendukung permainan instrumen. Hal ini seringkalis dilupakan dalam berlatih. Mungkin beberapa dari kalian, ketika memainkan kalimat yang sulit, mempunyai tendensi untuk menahan nafas. Hal ini membuat kita menyimpan ketegangan dalam waktu lama. Dengan pernapasan yang teratur, kita bisa menghindari ketegangan yang berlebihan.
  • Berlatih dengan visualisasi. Banyak penelitian yang menunjukan bahwa visualisasi bisa mendukung permainan kita. Hasil scan otak menunjukan perubahan yang sama di otak, ketika kita berlatih dengan atau tanpa instrumen. Doidge dalam bukunya menyebutkan, bahwa visualisasi adalah jalan yang efektif, memberikan hasil maksimum dengan aktivitas fisik yang minimum.

Itu dia keempat aspek yang bisa kalian perhatikan. Sekiranya hal – hal tersebut bisa mencegah terjadinya Distonia. Tidak hanya profesi sebagai musisi, dalam menjalani setiap profesi, kita wajib menjaga keseimbangan fisik dan mental. Ketidakseimbangan bisa menimbulkan berbagai konsekuensi, entah cidera, depresi, atau salat satunya adalah Distonia pada musisi.

Semoga seri Fokal Distonia ini bermanfaat dan bisa dibagikan dengan musisi lainnya, yang notabene bukan gitaris. Harapan saya, angka penderita Distonia semakin berkurang, karena memiliki Distonia bisa menghambat karir dan memberikan dampak depresi yang luar biasa kepada sang musisi.

Untuk kalian yang ingin tau lebih banyak tentang jenis Dystonia lainnya, bisa kunjungi website https://dystonia-foundation.org/

 

CALVINA VIRCELLI

Calvina Vircelli memulai pelajaran gitar pertamanya pada umur 14 tahun. Setelah menyelasaikan S1 di Universitas Pelita Harapan di jurusan musik (Music Performance), Calvina melanjutkan studi ke Austria. Diplom Klassik di Johann Joseph Fux Konservatorium telah diselesaikan dan sekarang Calvina sedang menyelesaikan Bachelor keduanya (Instrumental Musikpädagogik) di Anton Bruckner Privatuniversität. http://playwithheart.net

Advertisements

0 comments on “Focal Dytonia IV : Metode Latihan Sehat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: