Blog Edukasi Features Top Articles

Focal Dystonia II : Causes and Treatment

Oleh Calvina Vircelli

Please scroll down for the article in English

 

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel bagian pertama saya mengenai Fokal Distonia. Untuk kalian yang belum tahu apa itu Fokal Distonia, silahkan cek dahulu artikel tersebut. Di bagian kedua ini, saya akan membahas beberapa dugaan penyebab Distonia. Penyebab utamanya sampai sekarang belum diketahui, oleh karena itu hal ini juga menjadi rintangan dalam menemukan treatment penyembuhannya. Walaupun begitu, ada beberapa treatment yang disarankan oleh pakar neurologi untuk mengurangi gejala Distonia.

Ada 4 dugaan penyebab Fokal Distonia yang terjadi pada musisi, yakni perubahan instrumen, perubahan teknik, gerakan repetitif, dan stress. Bagi musisi yang telah tahunan mendalami permainan instrumennya, perubahan instrumen dan teknik yang seketika bisa menjadi pemicu munculnya Distonia. Yang menjadikan perubahan ini berbahaya adalah, jika terjadi di bawah tekanan lingkungan dan jika kedua hal ini tidak dikaji lebih mendalam. Contohnya, sang musisi mengganti instrumen yang tidak sesuai dengan proporsi tubuhnya, sehingga menyebabkan ketegangan otot pada saat bermain atau teknik yang tidak dianalisa selaras dengan kemampuan motorik sang pemain.

Penyebab Distonia berikutnya adalah gerakan yang diulang secara terus menerus. Hal ini tentu familiar bagi para musisi. Kita seringkali berlatih dan mengulang gerakan atau motif penjarian yang sama. Mengapa hal ini bisa berbahaya? Ini adalah efek dari kemampuan otak kita yang disebut neuroplasticity. Definisi dari neuroplasticity adalah kemampuan otak yang bersifat seperti plastik dan bisa beradaptasi mengikuti lingkungan. Efek negatif dari kemampuan ini disebut maladaptive plasticity. Jika kita melakukan gerakan berulang terus menerus, akan terbentuk konfusi pada representasi jari di otak kita. Otak kita akan menginterpretasikan dua jari menjadi satu jari. Contoh pengulangan extrem yang bisa menimbulkan konfusi adalah pattern arpeggio 4-3-2 pada lagu Romance. Pengulangan extrem yang disertai dengan keadaan stress bisa memicu terjadinya Distonia. (Joaquin Farias Ph.D, 2010)

Penyebab terakhir adalah penyebab yang sering didiskusikan di kalangan peneliti dan penderita Distonia, yaitu Stress. Di saat seseorang mengalami stress, system saraf pusat kita akan berusaha menstabilkan keadaan dengan cara menonaktifkan neuron yang tidak dibutuhkan dan mengaktifkan neuron yang kita butuhkan. Hal ini juga berdampak akan pengurangan jumlah neuromodulator, yang sebenarnya kita butuhkan untuk keperluan sistem kerja otot. Jika kita kekurangan neuromodulator, maka bagian tubuh kita akan mengalami tremor. 

Semua penyebab di atas sekali lagi hanyalah dugaan dan belum ada yang mengetahui penyebab utama Distonia pada musisi. Peneliti berpendapat bahwa ada unsur gabungan dari penyebab – penyebab di atas. Jadi, hanya stress atau hanya pergantian instrument tidak menjadi penyebab kuat dari Distonia. Ada juga argumen tambahan dari suatu studi yang menyebutkan bahwa musisi dengan Distonia memiliki kesamaan sifat, seperti perfeksionis, tidak bisa menghadapi kesalahan, keraguan akan diri sendiri, dsb. Tentunya hal ini juga bisa kita kaitkan dengan kehidupan musisi klasik, yang seringkali menuntut perfeksionitas pada pemainnya dan memicu tingkat stress sang musisi. 

Seperti disebutkan sebelumnya, masih belum ada pengobatan untuk Fokal Distonia. Akan tetapi ada beberapa treatment atau terapi yang disarankan oleh ahli neurologi. Penderita bisa mencoba menggunakan suntikan Botox, melakukan Deep Brain Stimulation (DBS), atau melakukan terapi Retraining atau pembelajaran kembali. 

Botox adalah treatment klinis di mana sang penderita akan menerima suntikan di otot yang diduga mengalami abnormalitas. Sayangnya hal ini belum bisa memberikan hasil 100% karena di dalam tangan terdapat banyak otot dan tiap otot berdampak pada banyak gerakan. Sehingga, sulit diketahui otot mana yang sebenarnya menyebabkan gejala Distonia. Selain itu, Botox juga mempunyai efek samping, seperti kelemahan otot. (Simpson et al., 2008)

Penanganan kedua yang bisa dicoba adalah Deep Brain Stimulation (DBS). DBS bekerja dengan cara menanamkan elektrode di bagian Globus Pallidus pars Interna. Bagian ini diduga sebagai area otak yang terganggu pada seseorang dengan Distonia. Elektrode yang ditanamkan bisa mengontrol sinyal ke bagian otak ini dan mengurangi gejala Distonia, dengan cara menyalakan atau mematikan alat yang terhubung dengan elektrode. DBS bisa dibilang treatment dengan hasil yang lebih baik daripada Botox. (Hu & Stead, 2014)

Terapi ketiga adalah terapi yang di kalangan komunitas Distonia paling banyak dilakukan. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, Distonia adalah suatu kondisi, di mana seolah – oleh otak kita `lupa` dengan gerakan yang telah kita pelajari bertahun – tahun. Disertai dengan kemampuan otak kita untuk beradaptasi, banyak peneliti yang mencoba untuk memberikan terapi kepada pasien dengan cara menciptakan pola baru untuk gerakan yang terlupakan tadi. Ada istilah di dalam neurologi yang berbunyi, neurons that fire together, wire together (neuron yang melepaskan sinyal secara bersamaan, akan terhubung bersama). Ini yang menjadi prinsip dalam relearning. Jika kita bisa mengajarkan pola baru kepada otak dan melakukannya terus menerus, maka kita akan menciptakan jalan baru untuk gerakan yang terlupakan. Tentunya terapi ini harus dilakukan dengan kesabaran, karena pola yang sudah terhubung di dalam otak bertahun – tahun tidak bisa hilang dalam sekejap. 

Itu dia gambaran tentang penyebab dan treatment dari Fokal Distonia pada musisi. Ketidakpastian dalam hasil penelitian, juga memberi dampak psikis kepada musisi penderita Distonia. Ada musisi yang mencoba berbagai terapi selama tahunan dan belum juga melihat hasil positivnya. Treatment yang berfungsi pada satu orang juga belum tentu berfungsi untuk orang lain. Hal ini dikarenakan foakl distonia mempunyai karakteristik yang berbeda di tiap orang. 

Sekian untuk bagian kedua dari seri Fokal Distonia. Di bagian selanjutnya, saya akan membahas pencegahan dari Distonia. Mengingat belum ada penanggulangannya, akan lebih bijaksana jika kita bisa menghindarinya. 

Daftar Pusaka

Hu, W. & Stead, M. (2014). Deep brain stimulation for dystonia. Translational neurodegeneration, 3 (1), 2.

Joaquin Farias Ph.D. (2010). The Biomechanichs of guitar playing. An injury prevention guide (Joaquin Farias): Galene editions.

Simpson, D. M., Blitzer, A., Brashear, A., Comella, C., Dubinsky, R., Hallett, M. et al. (2008). Assessment: Botulinum neurotoxin for the treatment of movement disorders (an evidence-based review): report of the Therapeutics and Technology Assessment Subcommittee of the American Academy of Neurology. Neurology, 70 (19), 1699-1706.

CALVINA VIRCELLI
Calvina Vircelli memulai pelajaran gitar pertamanya pada umur 14 tahun. Setelah menyelasaikan S1 di Universitas Pelita Harapan di jurusan musik (Music Performance), Calvina melanjutkan studi ke Austria. Diplom Klassik di Johann Joseph Fux Konservatorium telah diselesaikan dan sekarang Calvina sedang menyelesaikan Bachelor keduanya (Instrumental Musikpädagogik) di Anton Bruckner Privatuniversität.

Focal Dystonia Causes and its Treatment Possibilities. Part 2.

This article is a continuation of my first article about Focal Dystonia. If you are not familiar of Focal Dystonia, please refer to that article. In this second part, I will address the presumable causes of Dystonia. Until recently, the main cause hasn´t been known and it has been a struggle to find a cure for it. Regardless, there are some suggestable treatments from neurologist, that can help reducing the symptoms. 

There are four strong debatable causes for musician´s Dystonia, which are the change of instrument and technique, excessive amount of repetitive movements, and stress. For musicians, that yearly train their musical modalities, a sudden change of instrument or technique can be dangerous. When it´s done under pressure or stress, it could contribute to the development of Dystonia, especially when this change doesn´t go through a further analysis. For example, the musician´s change of instrument, that doesn´t fit his body proportion, that can lead to muscle tension or fatigue. This applies also for a change of technique, that doesn´t support its player motor skills. 

Another cause of Dystonia is an excessive amount of repetitive movement. As a musician, this should be familiar situation. We often repeat the same phrase, mostly for an excessive amount. Why could it be dangerous? This is the negative side of our brain´s capability, called neuroplasticity. Neuroplasticity defined as a brain’s capability to adapt to its environment. The negative effect of this is called maladaptive plasticity. If we do a repetitive movement extremely, there would be a fusion in our brain´s image representation. Two fingers will be interpreted as one finger. One of the patterns in guitar playing, that can contribute to this fusion, is arpeggio 4-3-2 in Romance. This extreme repetition, combined with stress, could lead to Dystonia. (Joaquin Farias Ph.D, 2010)

The last cause of Dystonia, that is often discussed among researchers and the affected, is stress. When someone in a stress condition, our central nervous system will try to balance our system. Therefore, some neurons will be non-activated, and the amount of neuromodulator will be reduced. Neuromodulator is important to support our muscular system and when we lack of it, tremor will occur in our body. 

All the causes that I described, are assumptions and the main cause of musician´s Dystonia is still unknown. Researchers thought, that probably, Dystonia occurs through the combination of those causes. Only stress or only change of instrument may just give slight chance to the appearance of Dystonia. Related to the causes, there was a study of musicians with Dystonia about the characteristic of their personality. They have similarities, such as a perfectionist, are incapable to handle failure, have self-doubt, etc. Surely, we can relate these characteristics with the life of a classical musician, which is strongly pressured with perfectionism and this can increase the stress level of the musician. 

As described, there is still no cure for Dystonia. Yet, there are some treatments, that suggested by neurologist. The affected could take Botox injection, take a Deep Brain Stimulation (DBS) procedure, or do a retraining therapy. 

Botox is a clinical treatment, where the person takes injection in the muscle, that presumably has the abnormality. Unfortunately, there is a difficulty in this, because there are many muscles located in our hands and one muscle leads to many movements. Therefore, it is difficult to locate the main muscle, that contributes to Dystonia. Besides, Botox has a side effect, which is muscle weakness. (Simpson et al., 2008)

The second treatment for Dystonia is Deep Brain Stimulation (DBS). DBS works through implanted electrode in the part of the brain Globus Pallidus pars Interna. This part is speculated as a part that´s been affected by Dystonia. The electrode can control signal to this part of the brain and reduce the symptoms, in a way that the person turns on / off the machine that connected to it. DBS shares more success than Botox, even though it´s still not a cure for Dystonia. (Hu & Stead, 2014)

The third way of treatment is through retraining therapy and mostly done by dystonic persons. As described, Dystonia is a condition, as if our brain forgets how to do a specific movement, that we achieved through yearly practice. Related to our brain capability to adapt (neuroplasticity), many neurologists try to create therapy through retraining. It means, making a new path in the brain for our forgettable movement. Through concept in neuroscience, neurons that fire together, fire together, researchers believe, that we can build a new path, when we do this path repeatedly. This should be done with patience, remembering that the old path has been constructed for years and cannot be easily disconnected. 

That was a glimpse of Dystonia´s causes in musician and its possible treatments. Uncertainty in the result of many studies, give a psychological effect to the musician with Dystonia, such as a depression. Many musicians try therapies for years without a significant result. One success treatment of a person cannot be applied to another person. It is caused by a special characteristic of Dystonia, that is different for everyone.

This is the end of the second part of Focal Dystonia´s series. In the next part. I will discuss some preventions for it. Knowing that, there is not yet a cure, it would be wiser to prevent it.

Bibliography

Hu, W. & Stead, M. (2014). Deep brain stimulation for dystonia. Translational neurodegeneration, 3 (1), 2.

Joaquin Farias Ph.D. (2010). The Biomechanichs of guitar playing. An injury prevention guide (Joaquin Farias): Galene editions.

Simpson, D. M., Blitzer, A., Brashear, A., Comella, C., Dubinsky, R., Hallett, M. et al. (2008). Assessment: Botulinum neurotoxin for the treatment of movement disorders (an evidence-based review): report of the Therapeutics and Technology Assessment Subcommittee of the American Academy of Neurology. Neurology, 70 (19), 1699-1706.

CALVINA VIRCELLI
Calvina Vircelli memulai pelajaran gitar pertamanya pada umur 14 tahun. Setelah menyelasaikan S1 di Universitas Pelita Harapan di jurusan musik (Music Performance), Calvina melanjutkan studi ke Austria. Diplom Klassik di Johann Joseph Fux Konservatorium telah diselesaikan dan sekarang Calvina sedang menyelesaikan Bachelor keduanya (Instrumental Musikpädagogik) di Anton Bruckner Privatuniversität.

1 comment on “Focal Dystonia II : Causes and Treatment

  1. Pingback: Focal Dytonia IV : Metode Latihan Sehat – GUITANESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: