Blog Events Music News

Cerita Dari Festival Gitar Nordhorn, Jerman

Please scroll down for the article in English

Penulis berkesempatan kali ini untuk mengikuti sendiri Festival Gitar dan Kompetisi di Nordhorn, Jerman, sebuah kota kecil 5 km di perbatasan Belanda. Walaupun berada di kota kecil yang berpopulasi kurang dari 55.000 orang, festival ini ramai dikunjungi. Hampir semua acara diadakan di Rumah Budaya NIHZ yang adalah sebuah rumah besar dimana peserta bisa menginap bersama, nonton konser, makan, masterclass. Rumah 3 lantai plus 1 basement ini memang cukup besar, bahkan para artis pun menginap di sini.

Kompetisi untuk berbagai macam kategori selalu diadakan di pagi hari dan konser di malam hari untuk menutup hari. Untuk ke 9 kalinya festival gitar diadakan di Nordhorn dan kali ini mengundang gitaris seperti : Emma Rush, Grigory Novikov, Gerhard Reichenbach, Samuel Klemke, Thu Le, Anton Baranov, Alberto Mesirca, Johan Fostier. Beberapa gitaris muda pemenang kompetisi juga diundang untuk memberi konser di daerah sekitar Nordhorn.

Untuk sebuah festival gitar klasik, ada cukup banyak kategori lomba. Beberapa kategori yang dilombakan antara lain untuk musik kamar, profesional, junior, komposisi, gitar akustik, video gitar, dan asturias vodka (ide nyentrik yang sayangnya tahun ini tidak ada yang memenangkan hadiah utama 5 liter vodka). Hadiah utama dari kompetisi profesional adalah gitar dari luthier Rusia Sergey Samoilov dan pemenang kedua bisa memenangkan gitar oleh Michael Batell, yang sempat direkam oleh almarhum Sabrina Vlaskalic.

Rasa kekeluargaan bisa dirasakan di festival ini, mungkin karena juga ukuran festival yang tidak terlalu besar dan semua acara yang diadakan di satu tempat. Semua bisa bertemu dan berkenalan dengan atmosfir santai. Setiap malam diadakan acara, antara lain jam session, pemutaran film dengan iringan live music, dan penampilan musik jazz.

Beberapa karya yang jarang dimainkan dapat didengar selama festival, mulai dari sonata dari komposer Amerika Latin sampai musik dari era romantik Rusia. Gitaris lain memilih untuk menampilkan versi mereka dari karya-karya Bach dan Scarlatti. Musik dari negara masing-masing ditampilkan, misalnya oleh musik Vietnam oleh Thu Le dan musik Rusia oleh Anton Baranov.

Usaha Bobby Rootveld mendirikan dan mengadakan acara tahunan ini tidaklah mudah. Semua dilakukan dengan rasa kekeluargaan dan pertemanan yang tinggi. Keluarga Bobby, yang juga kebanyakan adalah musisi, membantu banyak jalannya acara. Bobby Rootveld, yang selama festival dengan sangat energetis berlari kesana-kemari berusaha mengurus semuanya, adalah gitaris yang belajar gitar dengan Louis Ignatius Gall, profesor gitar Belanda yang sempat belajar dengan Segovia. Louis Ignatius Gall memiliki keturunan keluarga Indonesia dan menulis beberapa komposisi dengan inspirasi musik Indonesia yang diterbitkan oleh publishing house miliknya. Selain memimpin jalannya festival ini, Bobby juga memimpin Kulturhaus NIHZ (Rumah Budaya NIHZ, bahasa Belanda untuk “jangan pakai baju hitam”), bermain duo dengan istrinya yang juga adalah pemain recorder, dan juga mengajar gitar.

Dari beberapa festival di Eropa yang pernah saya kunjungi, festival Nordhorn mungkin salah satu yang paling unik. Mungkin karena atmosfir yang positif, mungkin karena peserta yang datang, mungkin karena hubungan lebih personal yang bisa dibangun atau mungkin juga karena gitaris yang tampil. Penulis mengucapkan selamat atas berjalannya festival ini, kepada semua pemenang, dan berharap festival ini akan terus berlanjut untuk tahun-tahun mendatang.

 

Penulis – Theduardo @theduardo.guitar


English

I had the opportunity this year to participate in Nordhorn Guitar Festival 2019 in Germany. Nordhorn is a small town with a population of less than 54.000 and located only 5 kilometers away from the border to the Netherlands.This yearly festival, which always takes place on the last weekend of April, have a relatively high number of participants from all around Europe. Almost all of the events were held in Kulturhaus NIHZ where participants can attend masterclasses, competition, concerts, and also sleep in the dormitory provided by the organizer.

The competitions were held in the morning and the concerts in the evening followed by small jazz concerts and jam sessions in the basement. For the ninth time in the row, Bobby Rootveld and his team organized the festival and invited artists, namely, Emma Rush, Grigory Novikov, Gerhard Reichenbach, Samuel Klemke, Thu Le, Anton Baranov, Alberto Mesirca, Johan Fostier. The winners of earlier editions of the festival were also given a chance to play a concert nearby Nordhorn.

The categories that were open to compete in were : chamber music, professional and young guitarist, acoustic guitar, guitar music video, and asturias vodka competition (in which unfortunately no one won the 5 liter vodka prize this year). The main prizes were a guitar made by the luthier Sergey Samoilov and a guitar by Michael Batell which was used in a recording by the late Sabrina Vlaskalic.

A wide variety of repertoire could be heard during the 5 days ranging from sonatas from Latin American composers to Russian romantic pieces played on a copy of Lacote guitar by Anton Baranov standing up with his strapped guitar on the stage. Other artists chose to go with their own arrangement of Bach’s and Scarlatti’s works which for example were performed marvelously by Gerhard Reichenbach and Alberto Mesirca. Thu Le and Anton Baranov performed music from their respective country, Vietnam and Russian, which are rarely heard in a standard classical guitar repertoire.

A sense of openness and family could really be felt during the festival. The Kulturhaus brings everyone – the artists, participants, luthiers, organizer, and the locals – all together under one roof where everyone could socialize, may it be in German, English, Dutch, French, or Spanish.

Bobby’s gives his best effort to bring this festival to life every year; and his friends and family help him to run and take care of all the needs. Bobby Rootveld is a guitarist who studied with Louis Ignatius Gall who was a student of Segovia. Louis Ignatius Gall taught guitar at the conservatory in the Netherlands. He had family ties to Indonesia and wrote some compositions inspired by Indonesian music which was published by his publishing house now run by Bobby. Besides organizing the festical every year, Bobby also runs the Kulturhaus NIHZ (Dutch abbreviated words which means “Don’t wear black”), plays in a Guitar-Recorder Duo with his wife, and teaches guitar.

Out of some guitar festivals that I had visited in Europe, Nordhorn Guitar Festival definitely gives a different experience and had a more family-touch to it, given by Bobby and his family who did run the festival very well. I personally congratulate Bobby, his team, and all the competition winners and look forward to seeing the festival for the next years to come.

 

Writer – Theduardo @theduardo.guitar

Advertisements

0 comments on “Cerita Dari Festival Gitar Nordhorn, Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: