Album Recommendation Music News

Album Review : “Sesiliran” by Johanes Kristianto

Silahkan scroll ke bawah untuk Bahasa Indonesia

Johanes Kristianto belongs to the new generation of young Indonesian guitarists who are painting the scene with their new works. Johanes Kristianto is a guitarist from Tangerang, Indonesia and he studied at the Jakarta State University and the Indonesian Institute of Arts.

“Sesiliran” is his first album in which he recorded his own compositions. The album mostly contains work for solo guitar and some works for guitar with other instruments, such as cello and gendang (Indonesian percussion instrument made from wood and animal skin as the for the sound membrane). He categorised his album as “Pop Instrumental”, although many of the musical elements come from other musical sources, such as classical music, keroncong, and Javanese classical music.

Untitled

“Sesiliran” opens with the work with the same title and accompanied with gendang. The word “Sesiliran” means “calm and cool” in the temperature sense of the word. The first work is written in the pelog scale which is a pentatonic Javanese scale. Johanes’ light tone helps him achieve the desired calmness he wants to convey in the work.

Just as written in the work’s synopsis, Johanes utilised the pelog scale with the intention to make it easily remembered. The idea of repetition is also apparently used in his works with the same intention. There are many repetitions to be heard, with and without variation, which is a good idea to make the music easily understood, but on the other hand, it not used properly, could make the music sound static.

There is a story behind every song in this album to be read. For example, the song “Peripih” he took from the Sanskrit word for the foundation of a temple to make it stable and strong. He intended the work to be an etude for the right hand to make it more stable. Or for example, the song “Asaliak” where switched the bar 95 of the song “Kailasa” to the first bar which is a technique that composers use in writing music.

The Indonesian music aspect that Johanes tried to explore in this album is one of the things that peaked my interest, especially “Lingkar Jakarta Jogja” (“Jakarta Jogja Circle”). Some things to be considered to put more attention to would be the small details that make all the difference, for example the details in the rhythm and melody line.

Johanes’ first album shows his readiness and his musical language as an artist. We hope his album could motivate other guitarists, especially in Indonesia, to give the best effort to their work and music.

 

about the writer :
cutmypic
THEDUARDO PRASETYO – @theduardo.guitar
Theduardo has performed in Indonesia as well as abroad. He started by learning guitar and then cello, where he has played as cellist in various orchestras and ensembles in Jakarta. After finishing his bachelor’s studies at Hochschule für Musik Detmold with Prof. Dale Kavanagh, he is currently pursusing his Master’s degree at Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin.

 


Bahasa Indonesia

Dunia gitar Indonesia semakin ramai dengan semakin banyaknya musisi muda Indonesia yang mengeluarkan karya-karya baru, baik berupa album, single, video, maupun komposisi. Johanes Kristianto adalah gitaris muda asal Tangerang yang mengemban ilmu di Universitas Negeri Jakarta dan Institut Seni Indonesia.

Sesiliran adalah album pertama yang dirilis oleh Johanes Kristianto yang sepenuhnya diisi dengan karya-karyanya. Format dari album ini adalah solo gitar yang dibeberapa track juga ditambah dengan instrumen lain seperti, kendang dan cello. Johanes memasukan albumnya dalam kategori Pop Instrumental, dan walaupun banyak elemen pop yang dimiliki album ini, banyak juga elemen musik lainnya dalam album ini, seperti dari musik klasik, keroncong, dan Jawa.

Untitled

“Sesiliran” dibuka dengan karya pertama yang berjudul sama dengan nada-nada pelog diiringi oleh kendang. Selisiran sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti sejuk, seperti kebanyakan karya di album ini yang lebih memiliki suasana tenang dibantu dengan tone gitar yang dimiliki Johanes yang cenderung ringan dan santai yang membawa hawa sejuk yang ingin disampaikan olehnya.

Seperti yang ditulis Johanes dalam sinopsis karyanya, ia membubuhi nada pelog dalam karya pertamanya agar mudah diingat. Ide ini sepertinya ditambah dengan konsep pengulangan yang banyak dapat didengar di karya-karya lainnya. Banyak sekali pengulangan dengan dan tanpa variasi yang membuat melodi mudah sekali untuk diingat yang sisi lain juga jika tidak diolah dengan baik, bisa cenderung membuat musik terkesan statis.

Di setiap karya, Johanes memiliki intensi dan cerita sendiri yang ia ambil dari pengalaman pribadi. Di karya “Peripih” misalnya, yang diambil dari bahasa Sansekerta yang adalah penopang candi supaya kokoh, ia ingin menguatkan teknik tangan kanan agar lebih stabil. Atau misalnya di “Asaliak” dimana ia menggunakan teknik komposisi yang membalikkan birama terakhir menjadi birama pertama.

Aspek-aspek musik Indonesia yang ia eksplorasi dalam album ini adalah salah satu hal yang membuat tertarik mendengar album ini, terutama karya “Lingkar Jakarta Jogja”. Tentu saja ada aspek lainnya yang bisa diperbaiki untuk selanjutnya, seperti detail dalam ketepatan ritme dan alur melodi.

Album pertama Johanes menunjukan kesiapannya dalam berkarya dan menunjukan bahasa yang ia miliki dalam bermusik dalam perjalanan panjang berkaya yang pastinya kami harapkan. “Sesiliran” kami sambut dengan positif dan kami harap bisa membangkitkan semangat gitaris-gitaris lainnya yang muda maupun tua untuk memberikan usaha terbaiknya dalam berkarya.

 

about the writer :
cutmypic
THEDUARDO PRASETYO – @theduardo.guitar
Sebagai gitaris, Theduardo telah tampil baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ia memulai dengan belajar gitar dan kemudian cello, dimana ia juga telah aktif bermain di orkestra dan ensemble di Jakarta. Theduardo saat ini sedang menempuh studi master di Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin.
Advertisements

0 comments on “Album Review : “Sesiliran” by Johanes Kristianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: