Music News

Album Recommendation – Dwi Hansen ‘Painting of Senses’

Oleh Theduardo Prasetyo

Scroll down for the article in English

Dunia gitar Indonesia semakin hidup dengan munculnya gitaris-gitaris muda berbakat dan lebih pentingnya lagi, berkaya. Di rekomendasi album kedua kali ini Guitanesia menghadirkan gitaris Indonesia asal Gunungkidul, Dwi Hansen, dengan album barunya “Painting of Senses”.

IMG_20180418_015146_923

“Painting of Senses” yang diambil sebagai lukisan perasaan dari sang gitaris yang di album ini lebih banyak memainkan karyanya sendiri. Album mencampurkan karya-karya musik klasik, seperti Bach dan Albeniz, dengan karya-karya oleh Dwi Hansen yang mengarah ke musik gitar fingerstyle.

Album ini dibuka dengan sebuah “Prelude” oleh Johann Sebastian Bach yang aslinya ditulis untuk instrumen selo dalam tangga nada G mayor. Prelude, yang kebetulan juga berarti karya pembuka dalam sebuah suita barok yang biasanya diikuti oleh Allemande (tarian jerman), cocok membuka album ini dan membuat pendengar lebih masuk ke dalam atmosfer yang lebih tenang. Karya yang sudah menjadi karya standar untuk instrumen selo ini diaransemen untuk gitar ke tangga nada D mayor dengan senar 6 yang diturunkan ke nada D agar lebih mudah untuk dimainkan di gitar.

Karya pembuka tersebut dilanjutkan dengan karya “The Little Negro” oleh Claude Debussy dalam gaya ragtime yang aslinya ditulis untuk piano. Karya pertama dari Dwi Hansen sendiri yang dimainkan di album ini dapat didengar setelah karya “Torre Bermeja” (Menara Merah) oleh komposer Spanyol Isaac Albeniz yang juga adalah salah satu karya dari piano yang sudah diaransemen dan menjadi karya standar untuk instrumen gitar.

“When The Sun Goes Down” adalah karya pertama oleh Dwi Hansen yang menunjukan karakter dan gaya Dwi dalam bermain. Karya yang terinspirasi oleh suasana sungai Yangon di Myanmar pada saat sang komposer sedang mengunjungi sungai tersebut menjadi sumber inspirasi utama karya ini. Ada elemen-elemen fingerstyle dan juga klasik dalam karya ini yang juga menjadi karakter utama Dwi. Karya dalam tangga nada E mayor ini, sebuah tangga nada yang cukup sering digunakan untuk gitar, terdengar merdu dengan harmoni yang lebih mengarah ke suasana melankolis, seperti suasana pada saat matahari terbenam di sungai Yangon.

Karya lainnya oleh Dwi Hansen dalam album lainnya antara lain : Si Boy, Pelog, August, A Simple Gift For, dan The Ship and The Ocean. Karya-karya ini semuanya memiliki latar belakang cerita tersendiri dan personal untuk pembuatnya. Komposisi Dwi di album ini berkarakter beragam, dari gembira (Si Boy), melankolis sedih (August), sampai romantis (A Simple Gift For). Terdengar inspirasi yang menurut saya datang dari berbagai sumber, misalnya Film Musik Ennio Morricone, gaya bermain gitar Tohpati dan Jubing Kristianto, sedikit gaya musik pop jadul Indonesia, dan musik The Beatles.

Album gitaris yang menempuh studi di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta akhirnya ini pun  ditutup dengan karyanya sendiri yang berjudul “The Ship and The Ocean”.

Untuk penggemar gitar klasik dan fingerstyle kami merekomendasikan album ini untuk musik baru anda minggu ini. Untuk yang berkesempatan untuk melihat penampilan Dwi secara langsung, hadiri konsernya di tanggal dan tempat di bawah ini :

 

Malang 11 Mei 2018 18.30 WIB

Heiss Coffee

Griya Putri Utari Guest House

Jl. Raya Sengkaling 23

 

Bali 13 Mei 2018 19.30 WITA

Akasha Restaurant and Juice Bar

Jl. N Sinta, Tegallalang

Gianyar


cutmypic

THEDUARDO PRASETYO

Sebagai gitaris, Theduardo telah tampil baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ia memulai dengan belajar gitar dan kemudian cello, dimana ia juga telah aktif bermain di orkestra dan ensemble di Jakarta. Theduardo saat ini sedang menempuh studi master di Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin.

instagram.com/theduardo.guitar/

theduardo.com


 

By Theduardo Prasetyo

The Indonesian guitar scene is becoming livelier with young guitarists giving concerts and releasing new albums. In our second album recommendation we would like to introduce an Indonesian guitarist from Yogyakarta, Dwi Hansen, with his new album “Painting of Senses”.

IMG_20180418_015146_923

The name Painting of Senses” is taken from the guitarist’s own experiences and feelings in composing his own works which were recorded in this album. The album itself combines classical works, like Bach and Albeniz, with Dwi’s own compositions that are influenced from fingerstyle guitar playing.

The album opens with a Prelude by Johann Sebastian Bach which was originally written for cello solo in G major. The Prelude, which is coincidentally also an opening piece in a baroque suite that is followed by an Allemande (German dance), was chosen to be the opening piece of the album and it brings a nice atmosphere to start the whole listening experience. This piece, which is now also a standard piece for classical guitar, is arranged for guitar in D major with the sixth string tuned down to D to it more playable for the instrument.

The opening piece is followed by a piece by Debussy originally written for piano “The Little Negro” in the ragtime style. Dwi’s own piece could be heard first after “Torre Bermeja” (Red Tower) by the Spanish Composer, Isaac Albeniz, which was also originally written for piano then arranged for guitar and now has become a standard piece for classical guitar.

“When The Sun Goes Down” shows the composer’s character and style. The piece itself was inspired by the sunset at Yangoon River in Myanmar where Dwi spent an afternoon enjoying the riverside after a long day of seminars and workshops. There are some elements of fingerstyle guitar playing and classical guitar that can be found in the piece. The key of E major, a key often used for guitar that utilizes the open strings of the instrument, brings a nice sonority to the melancholic atmosphere, just like the sunset at the river.

Other pieces by Dwi Hansen in this album are : Si Boy, Pelog, August, A Simple Gift For, and The Ship and The Ocean. Every piece has its own personal story for the composer. They are also varied in characters; happy (Si Boy), sad and melancholic (August), and romantic (A Simple Gift For).There are many inspirations, that I think can be heard in this album, for example film music from Ennio Morricone, Tohpati’s and Jubing Kristianto’s playing style (Indonesian guitarists), music from the Beatles, and old style of Indonesian pop music.

We recommend this album for classical and fingerstyle guitar fans for your new music to hear this week. For those of you in Malang and Bali, don’t miss the live concerts and write down the dates below :

 

Malang 11th of May 2018 18.30 WIB

Heiss Coffee

Griya Putri Utari Guest House

Jl. Raya Sengkaling 23

 

Bali 13th of May 2018 19.30 WITA

Akasha Restaurant and Juice Bar

Jl. N Sinta, Tegallalang

Gianyar


 

cutmypic

THEDUARDO PRASETYO

Theduardo has performed in Indonesia as well as abroad. He started by learning guitar and then cello, where he has played as cellist in various orchestras and ensembles in Jakarta. After his bachelor’s studies at Hochschule für Musik Detmold with Prof. Dale Kavanagh, he is currently pursusing his Master’s degree at Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin.

instagram.com/theduardo.guitar/

theduardo.com

Advertisements

0 comments on “Album Recommendation – Dwi Hansen ‘Painting of Senses’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: