Music News

First Hand Review of Java Jazz 2018

Oleh Aris Manuel

Scroll down for the article in English

Java Jazz adalah salah satu acara besar di Indonesia yang bertempatkan di JIE Expo Kemayoran. Event ini mengundang musisi-musisi Jazz (dan juga pop) dari dalam negeri maupun mancanegara.

Pada event Java Jazz Festival kali ini, Daniel Caesar dan Goo Goo Dolls menjadi artis special show. Memang kedua artis ini bukan terkenal dengan musik jazz, namun special show tersebut dihadiri oleh berbagai penonton dari segala penikmat musik.

Namun pada event kali ini ada beberapa artis mancanegara mengundang perhatian besar penonton, seperti Mateus Asato, Harvey Mason, Lee Ritenour dan Matthew Whitaker. Event pada hari kedua dimulai dengan penyanyi Hiroaki Kato dengan lagu bergenre pop-jazz di Demajors Stage. Groove dan musik yang disajikan berhasil mengundang penonton yang berkerumun memenuhi stage.

Matthew Whitaker terutama menjadi bahan perhatian besar pada Java Jazz di hari kedua ini. Dibalik kekurangannya sebagai tuna netra, namun pianis berusia 16 tahun ini berhasil memberikan pertunjukan trionya yang memukau sehingga memperoleh standing applause dari penonton. Permainan grand piano dan hammond organ dari Matthew memberikan suasana yang sangat meriah, bahkan tak jarang ia memainkan kedua alat musik dalam waktu bersamaan. Keunikan improvisasinya nampak pada perpaduan musik klasik yang dimasukkan di dalam improvisasi jazznya. Hal ini memancing gelak tawa dan tepuk tangan dari para penonton. Bahkan, diakhir penampilan Matthew memberikan satu lagu tambahan atas permintaan penonton. Matthew Whitaker menjadi salah satu pemain yang spesial dan berhasil memukai penonton di hari itu.

28432730_431421987278344_7802366048090456064_n

Selain Mr. Whitaker, Harvey Mason juga cukup memancing perhatian. Dengan kumpulan musisi-musisi jazz hebat seperti Chris Walker dan Paul Jr. Mereka bahkan mengubah lagu take five yang tadinya dalam birama 5/4 menjadi 4/4.

28433434_1794795657490352_6218167451155169280_n.jpg

Beranjak ke panggung lain, ada Tony Monaco yang ber-trio dengan legenda Jazz Indonesia seperti Chendy Luntungan dan Oele Pattiselano. Dalam pertunjukan mereka, tampak suasana menjadi seperti jazz lounge. Lagu-lagu yang ditampilkan cenderung bergenre swing dan latin seperti samba dan bossa. Namun, selain mimik wajah Tony Monaco yang begitu khas saat berimprovisasi, serta improvisasinya yang begitu melodius, peran Cendi Luntungan yang sungguh luar biasa dalam menjaga dinamika permainan Tony Monaco. Setiap pukulannya mempunyai tone yang luar biasa serta pengatur dinamika yang baik.

28751499_199641880789768_7544939868875390976_n

Artis Indonesia lainnya yang ditampilkan antara lain adalah Syaharani, seorang penyanyi jazz Indonesia yang juga luar biasa mampu memberikan hiburan bagi para pengunjung Java Jazz di area kulinari festival. Bermain dengan gitaris legendaris Donny Suhendra, “Nyawa” dari musik yang dimainkan menghibur para pengunjung yang berada di sana.

Namun, pada Java Jazz Festival kali ini, ada grup band Indonesia yang sebetulnya tidak masuk di dalam kategori jazz. Band Tashoora memang menarik, di band ini ada seorang akordion wanita yang menambah variasi instrumen di dalam band sendiri. Band ini dapat dikatakan tergolong dalam aliran Indie. Keberadaan mereka juga ditanggapi positif oleh para pengunjung dengan banyaknya penonton yang berkerumun di depan panggung.

Namun, selain kemeriahan Java Jazz festival di Kemayoran, kami mengintip juga ke kemeriahan yang ada di hotel Borobudur di setiap malam selama event Java Jazz. Para pemusik Java Jazz, lokal maupun Internasional berkumpul untuk melakukan Jam Session. Keberadaan event ini memberikan warna tersendiri dimana semua musisi memiliki kesempatan untuk bermain bersama, lokal maupun Internasional. Bahkan musisi non artis Java Jazz pun dapat bermain bersama, hanya dengan berani naik ke atas panggung. Seperti Ruben anak berusia 16 tahun yang dapat bermain dengan Matthew Withaker di Jumat Malam, saat David Manuhutu menjadi host dari acara tersebut. Tony Monaco juga berkolaborasi sengan gitaris jazz Indonesia Robert M.R. dan drummer asal Osaka, Jepang. Acara yang terus berlangsung sepanjang malam (sekitar jam 10 hingga subuh, mungkin jam 4) ini cukup menarik juga dikarenakan semua pengunjung di dalamnya dengan mudahnya untuk dapat berfoto bersama dengan para artis, bahkan dapat bercengkrama bersama.

Setiap artis Java Jazz memiliki kemeriahan dan ciri khas masing-masing. Bagaimana menurut Anda? Siapakah musisi favorit anda dan kesan terhadap Java Jazz kemarin?


(English Version)

By Aris Manuel

Java Jazz Festival is one of the biggest jazz festivals in Asia. This year it was held at JIE Expo Kemayoran in Jakarta. The festival invited international and local jazz (and also from other genres as well) musician to perform at many stages of the festival. One of Guitanesia’s writer was at the festival himself and got some stories to tell us back.

At this year’s event, Daniel Caesar and Goo Goo Dolls were the main artists for the special show. Even though the two artists are not famous for their jazz music, but they successfully attract many people to come to the special show and to enjoy the music.

4.jpg

There were also many international artists who successfully brought more people to come the festival. Mateus Asato, Harvey Mason, Lee Ritenour dan Matthew Whitaker were definitely some of them. The second day of the festival started with Hiroaki Kato who played pop-jazz songs on the Demajors Stage. The groove dan the music that he played succesfully brought people to fill the hall.

Matthew Whitaker was one of the main attention on the second day of the festival. Despite his disability to see and his young age, he performed wonderfully with his trio and even got standing ovation from the audience. He played both grand piano and hammond organ, even sometimes both at the same time. His uniqueness in putting classical music into his improvisation brought laughter and entertained the audience.

5

Besides Mr. Whitaker, Harvey Mason also performed wonderfully with other great musicians such as Chris Walker and Paul Jr. They interestingly arranged the famous standard Take Five form Dave Brubeck into a 4/4 rhythm, instead of the original 5/4. Going to other stages, there was Tony Monaco who played with Indonesian jazz legends such Cendi Luntungan and Oele Pattiselano. They played more swing and latin-themed songs like samba and bossa. Besides Tony Monaco’s unique facial expression when he plays and his melodious improvisation, the role of Cendi Luntungan in keeping the beat and dynamics in their playing really brought the trio together.

Other Indonesian artist who performed at the festival was Syaharani. The jazz singer sang beautifully and entertained the public mainly at the stage in the culinary area. Playing with Indonesian guitar legend Donny Suhendra really brought a good dyamic in the group.

At this year’s festival, other groups from other genres were also invited. Tashoora is an indie-pop band that interestingly also has a woman accordionist which is really rare in the scene. Still their performance at the festival was positively welcomed by the public.

6

Besides all the fun at the Java Jazz Festival in Kemayoran, Jakarta, one of our writer also went to Borobudur Hotel where the jam sessions for every night during the festival were held. The local and international musicians could all play and jam together. Even non-artists could also play together on stage, like Ruben, a 16 years old, who played together with Matthew Withtaker at Friday night. Tony Monaco was also seen collaborating with Indonesian guitarist Robert M.R and a Japanese drummer. This jam session continued until 4 am in the morning where all the musicians and audience could talk and socialise together in a friendly atmosphere.

Every artist at the festival really showed their uniqueness and played their best. So, who was you favorite artist at the festival? Be prepared for the festival next year!

Advertisements

0 comments on “First Hand Review of Java Jazz 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: