Features Interview

Interview: Alvin Ghazalie

Alvin Ghazalie is one of the most potential jazz guitarists in Indonesia. He had performed with many well-known jazz guitarists in Indonesia. His album ‘exist’ was even nominated for the best jazz album at AMI 2016. Read more about it in our interview with him below.

What is your opinion on how to be a good jazz player? Do you have any tips on how to practice better?

Alvin : I think the most important thing, not only as a jazz player but as a musician, is to have a good attitude. Being a good jazz player means that you hear others in the group, not just yourself. Be sensitive to what happens on stage, because jazz is about being in the moment. Aside from that, technically a good jazz player knows the form of a song, able to improvise well, and know what he is playing.

A good way to practice would be by starting with the basics, the scales, modes, chords, and arpeggios. Start with the 12 bar blues form. Listen to a lot of jazz music like Charlie Parker, Wes Montgomery, Hank Mobles, Joe Pass, and Chet Baker to get use to their music. Transcribe the solos that you like and start analyzing them. Start analyzing the phrasing, lick, lines, tone, and how these musicians see a chord or progression.

You have successfully produced your album “Exist” that was nominated for the best jazz album at the AMI Award. Can you tell us the meaning of the name “Exist”?

Alvin: For me personally, “Exist” is a period between birth and death which has three time periods: past, present, and future. In my solo album I was trying to tell about my life experience as a child, when I was not bounded by any rules and free. There’s also a song that tells about the environment where I live right now, about the people’s greediness for money and moral degradation. There’s also a song about peacefulness and one about my own imagination about the future. These stories are reflected in every composition and this is what I am trying to send to the listeners.

You also made another album which is called “Two of a Kind”. Could you also tell the process of making both albums and the compositions?

Alvin: Both albums started with the pre-production phase, where we collect the material, think about the concept, arrange the songs, choose the players, arrange our schedule, plan the marketing, album design, and budget. This is an important phase, because this is the gate to next production and post-production phase. If there is a mistake in the pre-production phase, it will cause us delay and costs more money.

The next phase is the production phase. We use the live recording technique, where this technique is very suitable for jazz music. We can capture the spontaneous improvisation, expression, and the interaction naturally. After recording we will go through the mixing and mastering phase.

Misi and I based our songs on our daily experience; on what we see and hear. We try to be more perceptive with our surrounding, because there are a lot of inspirations out there. For example, the song “Ocean Blues” and “Siladen” were made when we were in Manado. We then exchanged ideas only with the guitalele and the beauty of the Island of Siladen. We recorded all of it only with our phone and perfected it when we went home.

What are your hopes and dreams that you want to achieve in your career?

Well, I have a lot of them. I would really like to travel the world and play my music to a lot of people, collaborating with amazing artists, and keep making new works. I would also like to inspire people my work and inspire them to also keep making new works.


Bahasa Indonesia

Menurut anda, bagaimana cara menjadi pemain jazz yang baik? Apakah ada tips-tips tertentu seperti cara berlatih yang baik?

Alvin: Menurut saya hal paling penting, tidak hanya sebagai pemain jazz terlebih sebagai musisi, adalah memiliki sikap yang baik. Menjadi pemain jazz yang baik menurut saya, adalah ketika kita mau mendengarkan orang lain didalam satu grup; tidak sibuk dengan instrumennya sendiri, dan peka terhadap apa yang terjadi diatas panggung, karena menurut saya jazz is about being in the moment. Selain itu, secara teknis, pemain jazz yang baik adalah orang yang mengerti form lagu, mampu berimprovisasi dengan baik dan tahu apa yang sedang ia mainkan.

Cara latihan yang baik mungkin bisa dimulai dengan menguasai dasar guitar (scales & modes, chords, arpeggios) dan mulai dengan form 12 bar blues. Banyak mendengarkan musik, dalam hal ini musik jazz, sangat membantu. Coba mulai mendengarkan Charlie Parker, Wes Montgomery, Hank Mobley, Joe Pass, Chet Baker, untuk membiasakan bahasanya. Transcribe solo yang kalian suka, lalu analisa solo tersebut (phrasing, lick, lines, cara berpikir musisi tersebut melihat sebuah chord atau progresi, tone)
Anda telah berhasil mengeluarkan album Exist yang menjadi nominasi album jazz terbaik pada AMI award, bisa jelaskan mengenai makna nama Exist?

Alvin: Sebenarnya Exists itu adalah a period time between birth and death, yang dimana ada 3 periode waktu (past, present dan future). Di album solo saya singkatnya, saya menceritakan pengalaman hidup saya ketika saya kecil, tidak mengenal aturan dan bebas. Ada juga lagu yang menceritakan tentang lingkungan hidup yang saya tinggali saat ini, tentang kerakusan orang – orang dengan harta dan tahta, degradasi moral. Ada lagu yang menceritakan tentang keheningan, dan ada juga yang menceritakan imajinasi saya tentang masa depan saya. Cerita-cerita tersebut tercermin di setiap komposisi yang saya buat dan coba saya sampaikan ke pendengar.

Bisa anda ceritakan juga bagaimana proses pembuatan album serta cara pembuatan komposisi untuk lagu-lagu yang ada di album Anda? (Exist maupun Two of a kind)

Alvin: Proses pembuatan album Exists maupun Two Of A Kind, selalu dimulai dari pre-production. Dimana ditahap ini, kita mengumpulkan materi, memikirkan konsep dari albumnya nanti, mengaransemen lagu-lagu, memilih pemain, mengatur jadwal latihan dan rekaman, memikirkan strategi penjualannya nanti secara digital maupun fisik, pembuatan timeline yang jelas, desain album, dan perencanaan keuangan. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting karena tahap ini merupakan gerbang pertama untuk menuju tahap production dan post-production. Apabila ada kesalahan di tahap pre-production, itu akan berdampak ke waktu ataupun dana. Lalu di tahap Production, teknik rekaman yang kami gunakan adalah live recording. Dimana teknik rekaman ini sangat cocok untuk musik seperti jazz,, dimana teknik rekaman ini mampu menangkap improvisasi, ekpresi, dan interaksi yang terjadi secara alami dan spontan. Setelah rekaman kami masuk ke tahap mixing lalu mastering.

Saya dan Misi, dalam proses pembuatan lagu, banyak mendasarkan lagu dari apa yang kita alami, rasakan lihat, dan dengar sehari-hari. Kita mencoba untuk lebih peka terhadap sekitar, karena banyak sekali inspirasi yang bisa dijadikan sebuah komposisi. Seperti contoh, lagu Ocean Blues dan Siladen kami buat ketika kami sedang berada di Manado dengan bermodalkan guitalele dan dengan segala keindahan pulau tersebut (Pulau Siladen). Kami pun duduk dan saling bertukar ide melodi ataupun akord. Kami rekam seadanya menggunakan handphone dan disempurnakan setibanya di rumah.

Apa harapan dan keinginan yang Ingin anda capai dalam karir musik anda?

Alvin: Wah, kalau harapannya banyak ya. Saya ingin sekali keliling dunia memperdengarkan musik saya ke banyak orang, berkolaborasi dengan musisi – musisi hebat diluar sana dan terus berkarya. Saya juga ingin menginspirasi orang-orang dengan karya saya dan menginspirasi mereka untuk membuat karya-karya baru.

Advertisements

0 comments on “Interview: Alvin Ghazalie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: