Interview Top Articles

Interview: Nanae Fujiwara

If you are active on Instagram these days, there’s a chance that you’ve seen her name lately. Nanae is a Japanese guitarist who currently lives in the US. She has also just got her diploma fron Alicante Master Guitarra recently. Read below about her thoughts on social media, online lessons, and University of Alicante.

Can you tell us shortly how did you start playing guitar in the first place and your musical journey so far?

Nanae: Singing was my first music obsession. When I first heard Mariah Carey at 8 years old, I wanted to be able to sing just like her (haha). Then when I was older, I started listening to a Japanese folk guitar duo called Yuzu and I wanted to be able to sing and play the guitar like them. So I took up acoustic guitar at the age of 15. I saved up and bought my first acoustic guitar, which was a very special moment for me. I taught myself how to play chords and strumming patterns. I really loved singing and playing guitar, but I got to a pretty high level in such a short amount of time that I got bored of it after about 3 years. I stopped playing guitar completely because I didn’t have any motivation. When I was 20, my mother started taking classical guitar lessons at Harper College, where I was studying at the time and I decided to sign up for the guitar class they were offering. For the first time in my life, I learned to read music notation and I was scared yet determined because it was the one thing I always wish I knew how to do.

I worked really hard for the next two years, devoted myself to learning classical guitar and was granted a degree in Fine Arts Music. Then I transferred to Northeastern Illinois University to continue my education and received my Bachelors in Music.

After getting the degrees, I’ve been teaching full time but not practicing or performing as much. I always dream about becoming a better player so whenever I see an opportunity to learn or perform, I try to make it happen. For example, participating in Iserlohn Guitar Symposium or Nürtingen Guitar Festival was a great motivation for me to practice harder.

My biggest achievement this year has been receiving my artist diploma through a program called Alicante Master Guitarra.

What guitar do you play and what kind of tone do you prefer?

Nanae: Currently, I play a traditional cedar guitar from 1991 made by Richard Bruné. I prefer very creamy, rich and warm tones. My guitar is a little bit on the bright and punchy side, almost like a flamenco guitar so playing Spanish Repertoire on this guitar is the perfect match.

We saw that you took part in guitar classes in Alicante Master Guitarra. How was your experience learning there?

Nanae: It was one of the best experiences I’ve ever had in my life. I’ve learned so much from the guitar legends like David Russell, Pepe Romero, Fabio Zanon, and Manuel Barrueco. It was really fun to get to know them and study with each artist for a full week. I’ve learned a lot about what it takes to be a performer. Aside from being able to play well, other important aspects like stage presence, connecting with the audience and giving them the most enjoyable experience is something I never really thought about prior to the program. I also learned a lot from my colleagues and it was really fun to spend 6 months with them.

You currently have 16.3K followers on Instagram and you post regularly on Facebook.  How do you see social media as an advertising platform and how is your own experience doing it?

Nanae: I think social media can be a great way to promote your music, career, or products. You just have to be smart about the way you promote things. I’ve noticed that 80% of people expect things to be free online, so it can be pretty challenging to advertise and expect people to pay for your service. For example, I’ve had many inquiries about online Skype lessons but as soon as I tell them it’s not free, they lose interest immediately. People don’t realize the value of someone’s time and that I’ve invested a lot of money and time to get where I am now. They just think I’m naturally talented, and I’m doing this as a hobby. Some people don’t realize the struggles of a musician. I know I got off topic a little, but social media can be a great tool for marketing and it’s been a really fun learning process for me so far.

You traveled a lot in the US and Europe. Have you ever traveled for guitar related reasons to Asia? What differences in the guitar scenes of these different parts of the world do you see/feel and how do you react to it?

Nanae: Surprisingly, I have never been to Asia for a guitar related event. I’ve only been to Germany and Spain. I’ve noticed that different parts of the world like different repertoire. I feel like even within the US, if you compare the repertoire in the East Coast, Midwest, or Westcoast, it’s different. The core repertoire is the same of course for any guitarist but it’s fun to get to hear what’s popular in that region. I feel like when you study with the same people at the same place, the repertoire tends to be similar. It’s always refreshing to hear different music and being with new people is great because you get to exchange and share ideas. One thing I can say is that no matter where you go, classical guitar events are always a lot of fun!

Do you see yourself also playing in Asia or Indonesia in the near future?

Nanae: Yes, I definitely would love to play in Asia someday. I am originally from Japan so it would be great to play in my home country. If the opportunity arise, it would also be fun to play in Indonesia because it’s the second biggest following I have on Instagram next to the US.


Bahasa Indonesia

Bisa ceritakan bagaimana Anda memulai bermain gitar dan perjalanan karir musik Anda sejauh ini?

Nanae: Menyanyi adalah obsesi musik pertama saya. Ketika saya pertama kali mendengar Mariah Carey di umur 8 tahun, saya ingin untuk bisa menyanyi seperti dia (haha!). Lalu ketika saya lebih dewasa, saya mulai mendengar duo gitar dari Jepang bernama Yuzu yang memainkan musik rakyat dan saya ingin bisa menyanyi dan bermain gitar seperti mereka. Jadi saya mulai belajar gitar akustik di umur 15 tahun. Saya menabung dan membeli gitar akustik pertama saya yang merupakan momen spesial untuk saya. Saya belajar sendiri bagaimana bermain kord dan pola petikan. Saya sangat cinta sekali dengan menyanyi dan bermain gitar, tapi saya dapat mencapai level yang cukup tinggi dalam waktu yang cukup singkat dan membuat saya menjadi bosan setelah 3 tahun. Saya berhenti sepenuhnya bermain gitar karena tidak ada motivasi. Keitika saya berusia 20 tahun, ibu saya mulai mengambil kursus gitar di Harper College, dimana saya juga kuliah di tempat itu dan akhirnya saya memutuskan untuk juga mengambil kelas gitar. Untuk pertama kalinya saya belajar untuk membaca notasi musik. Saya takut tapi juga bersemangat karena itu adalah satu hal yang selalu saya inginkan selama ini.

Saya bekerja sangat keras untuk dua tahun setelah itu, mendedikasikan diri saya untuk belajar gitar klasik dan mendapatkan gelar di Fine Arts Music. Lalu, saya pindah ke Northeastern Illinois University untuk melanjutkan pendidikan saya dan mendapatkan gelar sarjana musik.

Setelah mendapatkan gelar, saya mengajar penuh waktu tapi tidak latihan ataupun konser sebanyak saya mengajar. Saya selalu bermimpi untuk menjadi pemain yang lebih baik, jadi kapanpun saya melihat ada kesempatan untuk belajar atau tampil, saya selalu berusaha untuk melakukan itu. Misalnya, mengikuti Iserlohn Guitar Symposium atau Nürtingen Guitar Festival merupakan motivasi untuk latihan lebih keras.

Pencapaian terbesar saya tahun ini merupakan gelar artist diploma melalui program Alicante Master Guitarra.

Gitar apa yang Anda gunakan dan suara seperti apa yang Anda suka?

Nanae: Saya sekarang memakai gitar cedar tahun 1991 buatan Richard Bruné. Saya lebih menyukai tone yang warm, creamy dan rich. Gitar saya memiliki karakter yang bright dan punchy. Hampir seperti gitar flamenco, jadi memainkan karya-karya spanyol sangat pas dengan gitar ini.

Kami melihat Anda mengikuti kelas gitar di Alicante Master Guitarra. Bagaimana pengalaman Anda belajar di sana?

Nanae: Itu merupakan pengalaman terbaik dalam hidup saya. Saya belajar banyak sekali dari beberapa legenda gitar seperti David Russell, Pepe Romero, Fabio Zanon, dan Manuel Barrueco. Sangat senang sekali untuk bisa mengenal dan belajar dari mereka untuk satu minggu penuh. Saya belajar banyak sekali tentang hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemain. Selain harus bisa bermain bagus, aspek lain seperti kehadiran di atas panggung, terhubung dengan penonton, dan memberikan mereka pengalaman yang baik adalah hal-hal yang tidak saya pikirkan sebelum program saya. Saya juga belajar banyak dari beberapa kolega dan itu merupakan 6 bulan yang menyenangkan dengan mereka.

Anda punya 16.3 ribu followers di Instagram dan juga mempublikasi secara reguler di Facebook. Bagaimana Anda melihat media sosial sebagai media iklan dan bagaimana pengalaman Anda sendiri melakukan itu?

Nanae: Saya pikir media sosial bisa menjadi cara yang baik untuk mempromosikan musik, karir, atau produk. Anda hanya harus pintar dengan cara Anda mempromosikan hal-hal. Saya perhatikan 80% orang-orang mengharapkan sesuatu yang gratis di internet. Jadi, itu adalah hal yang cukup menantang untuk melakukan promosi dan mengharapkan orang-orang untuk membayar jasa Anda. Misalnya, saya banyak mendapat tawaran memberikan pelajaran lewat Skype, tapi begitu mereka tahu bahwa itu tidak gratis, mereka langsung tidak tertarik. Banyak orang tidak sadar nilai dari waktu seseorang dan fakta bahwa saya telah menginvestasikan banyak waktu dan uang untuk mencapai posisi saya sekarang. Mereka berpikir bahwa saya berbakat secara alami dan hanya melakukan ini sebagai hobi. Banyak orang yang tidak sadar perjuangan menjadi musisi.

Anda banyak berpergian ke Amerika Serikat dan Eropa. Apakah Anda pernah melakukan perjalanan ke Asia yang berhubungan tentang gitar? Apa perbedaan dunia gitar dari beberapa tempat tersebut dan apa reaksi Anda terhadap itu?

Nanae: Sebetulnya, saya belum pernah ke Asia untuk acara yang berhubungan dengan gitar. Saya hanya pernah ke Jerman dan Spanyol. Saya perhatikan belahan dunia yang berbeda menyukai repertoar yang juga berbeda. Saya rasa bahkan di Amerika Serikat, jika Anda membandingkan repertoar di East Coast, Midwest, atau Westcoast, mereka berbeda. Inti repertoar tetap sama untuk tiap gitaris, tapi tentu saja sangat menyenangkan untuk melihat apa yang terkenal di tempat tertentu. Saya rasa, jika Anda belajar di tempat dengan orang-orang yang sama, repertoarnya pun kadang terasa sama. Oleh karena itu mendengarkan musik yang berbeda dan bergaul dengan orang baru merupakan hal yang menyenangkan karena Anda bisa bertukar dan berbagi ide. Satu hal yand bisa saya katakan kemanapun Anda pergi, acara gitar klasik selalu sangat menyenangkan.

Apakah Anda punya rencana untuk bermain di Asia atau Indonesia di waktu dekat ini?

Nanae: Ya, saya tentu saja ingin untuk bermain di Asia suatu hari nanti. Saya sebetulnya berasal dari Jepang, jadi tentu saja saya ingin bermain di negara asal saya. Jika ada kesempatan, tentu saja saya juga ingin bermain di Indonesia karena followers kedua terbesar saya dari Indonesia setelah Amerika Serikat.

Advertisements

0 comments on “Interview: Nanae Fujiwara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: