Features Interview

Interview: Duplessy, Cavalcade, and his early career!

Type in the name “Jeremy Jouve” on Youtube, you will definitely also find the name “Mathias Duplessy” on top of the list! Mathias Duplessy is not only a film composer, he is also a multi-instrumentalist who deeply understands various genres.

Could you tell us your musical career and background?

Mathias: I started playing classical guitar when i was 6 years old. I didn’t like my teacher that much at that time, but early from the first lesson I had already begun writing simple melodies. When I was a child, I really loved to write melodies in medieval style! My parents always said that my soul came far from the past.


From 12 until 18 years old I studied jazz and harmony. At the age of 18 I worked and played professionally at jazz clubs in Paris. I already had interests for traditional music from all over the world at that time. Eventually, profesional world music players began to invite me to play with them. At 28 I had already performed with 11 different music groups. I played a lot with the Gypsies in Spain and flamenco players. I then developed my own right hand technique by combining flamenco and manouche techniques. My first solo album was recorded when I was 33. Eventually, I decided to stop playing in bands and focused on my own project.

We found your videos by searching for Jeremy Jouve. Jeremy played a lot of your works. Could you tell us your relationship in working with Jeremy?

Mathias: I met Jeremy for the first time in 2011 and i gave him the score for Cavalcade. Cavalcade was not that successful at that time. Two days after he contacted me and asked, whether he could play it in his concerts or not. This was a new adventure for Cavalcade. Because of him, a lot of other guitarists contacted me for new works. But of all guitarists, Jeremy is the one who really inspires me the most. We both understand each other really well in musical and personal level.

Tell us more about Cavalcade!

Mathias: A big part of the piece was based on the arpeggios found in Paco de Lucia’s Zyryab. I took this arpeggio and begun to speed it up a lot. I found a classical harmony in this piece, similar to Bach’s music. So basically, this is a combination between flamenco and Bach. I worked on this piece for 10 hours daily for a month. This piece opened a new way for me, because many guitarists play this piece. I am very happy with this achievement.

What do you expect when one plays this piece?
Mathias: A good tempo and a strong right hand. It has to groove, fast, and has enough dynamics.

You are a film composer, multi-instrumentalist, and associated with various music genres. In your opinion, what is a good musician?

Mathias: A good musician has to have a perspective from many sides of what he plays. He also has to have an idea, how he is going to play the piece. A good musician must follow his heart and be truthful to his soul. I found one exceptional guitarist from Budapest, Zsofia Boros. She played my work, Nocturne n. 1. I found her interpretation very unique.


Bahasa Indonesia

Coba masukan nama gitaris Jeremy Jouve di pencarian youtube, maka nama Mathias Duplessy akan muncul berada di paling atas! Mathias Duplessy tidak hanya seorang komposer film, ia juga seorang multi-instrumentalis, yang paham dengan berbagai genre. Kami tertarik untuk mengenal lebih dalam pria ini, sampai akhirnya berkesempatan mewawancarainya.

Bisakah Anda menceritakan perjalanan karir dan latar belakang musikal Anda?

Mathias: Saya memulai gitar klasik ketika saya berusia 6 tahun. Saya tidak begitu suka guru saya pada waktu itu, namun dari pelajaran pertama saya sudah memulai menulis melodi sederhana. Ketika saya masih anak-anak, saya selalu menulis melodi dalam gaya medieval! Orang tua saya mengatakan bahwa jiwa saya datang dari masa lampau!

Dari umur 12 sampai 18 tahun saya mempelajari jazz dan harmoni musik. Pada umur 18 tahun saya bekerja dan bermain secara profesional untuk klub-klub jazz di Paris. Saya mulai memiliki ketertarikan pada musik tradisional dari seluruh dunia. Lambat laun para pemain world music ternama mulai mengajak untuk bermain bersama. Pada umur 28 tahun saya sudah tampil dengan 11 grup musik yang berbeda. Saya banyak bermain di Spanyol dengan para gypsy dan pemain flamenco. Saya pun mengembangkan teknik tangan kanan saya sendiri dengan menggabungkan antara teknik flamenco dan teknik manouche. Album solo pertama saya rekam di umur 33. Perlahan-lahan saya keluar dari semua grup musik dan fokus pada proyek saya.

Kami menemukan video Anda melalui Jeremy Jouve. Jeremy memainkan banyak karya gitar Anda. Bisakah anda menceritakan hubungan kerja anda dengan Jeremy?

Mathias: Pada tahun 2011 saya pertama kali bertemu Jeremy dan saya memberikan partitur Calvacade padanya. Pada saat itu Calvacade bukanlah karya yang sukses. Dua hari setelahnya ia menghubungi saya kembali dan bertanya, apakah ia boleh memainkan karya itu di konsernya. Ini merupakan petualangan baru bagi Calvacade, karena setelahnya banyak gitaris yang menghubungi saya untuk menulis karya baru, namun, Jeremy adalah gitaris yang paling menginspirasi saya. Kami berdua saling mengerti satu sama lain dengan sangat baik secara musikal dan personal.

Ceritakan pada kami tentang Cavalcade!

Mathias: Cavalcade sebagian besarnya didasakan pada arpeggio yang saya temukan di Zyryab karya Paco de Lucia. Saya mengambil arpeggio ini dan memulai menambah tempo. Saya pun menemukan harmoni musik klasik, sedikit seperti musik Bach. Jadi, ini adalah sebuah gabungan antara flamenco dan Bach. Saya mengerjakan karya ini selama 10 jam tiap harinya dalam 1 bulan. Karya ini membuka jalan baru bagi saya, karena banyak gitaris di seluruh dunia memainkannya dan saya sangatlah senang dengan pencapaian ini.

Apakah yang anda harapkan dari  gitaris yang memainkan Cavalcade?

Mathias: Tempo yang baik dan tangan kanan yang kuat. Gunakan metronom untuk berlatih karya ini. Harus cepat dan memiliki groove, serta dinamik yang cukup.

Anda adalah seorang komposer film, multi-instrumentalis, dan diasosiasikan dengan genre musik yang luas. Dalam opini Anda, apa itu musisi yang baik?

Mathias: Musisi yang baik harus mempunyai sudut pandang dari apa yang dia mainkan. Bagaimana ia memainkan suatu karya dan apa yang akan dia lakukan dengan karya tersebut. Musisi yang baik harus percaya dengan kata hatinya dan jujur dengan jiwanya. Saya menemukan gitaris muda yang luar biasa, Zsofia Boros, dari Budapest. Dia memainkan banyak komposisi saya. Ketika ia memainkan karya saya, Nocturne no. 1, saya merasa dia meinterpretasikannya dengan unik.

Advertisements

0 comments on “Interview: Duplessy, Cavalcade, and his early career!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: